Pembelajaran Bermakna part 2 - Parenting
atau biasa disebut pembelajaran berbasis proyek. Sebagian dari kita ada yang sudah tau istilah/konsep pembelajaran berbasis proyek, namun ada juga yang baru mendengar istilah tersebut.
Menurut Goodman dan Stivers (2010) Project based learning merupakan pendekatan pengajaran yang dibagun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok.
Konsep PBL akan memberikan pengalaman bermakna dalam proses belajar anak. Konsep belajarnya dibangun berdasarkan permasalahan yang dipilih untuk diselesaikan. Dengan berbasis proyek, anak belajar tentang tema tertentu dengan waktu pengerjaan yang cukup panjang pada permasalahan yang nyata dan menantang, membuat anak untuk merancang, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan melakukan investigasi. Dengan begitu anak akan memperoleh pengetahuan mendalam melalui eksplorasi terhadap masalah yang nyata.
Project Based Home Learning
Pembelajaran rumahan berbasis proyek ini akan menggabungkan anak dengan ketertatikan/minatnya dengan jangka panjang, mendalam dan pembelajaran yang kompleks. Orang tua akan terlibat dalam penyusunan kurikulum untuk membimbing, mengarahkan dan mengelola pembelajaran anaknya sendiri.
PBH ini membantu anak untuk mengarahkan dan mengelola pembelajarannya sendiri. Pembelajaran tentang kemandirian, tanggung jawab, eksplorasi bakat minat yang mendalam.
PBL ini akan mengintegrasikan pengetahuan dengan tindakan. pengetahuan yang sudah didapat bisa dijadikan guidance untuk tindakan yang dilakukan ketika ada masalah. ilmu dulu sebelum amal. karena ilmu tidak lain untuk diamalkan.
3 layer of learning dalam PBL
Primary: membahas sebuah tema atau permasalahan yang akan dipecahkan
Secondary: Memperoleh skill yang dibutuhkan untuk sesuatu yang ingin dilakukan (keterampilan pendukung)
Tertiary: Pembelajaran tentang belajar, membuat (making) , melakukan (doing) dan berbagi (sharing).
Dalam prosesnya kita harus fokus pada kemampuan anak bukan pada aktivitasnya. Rasakan potensi belajar anak dalam setiap situasi. Bagung pengetahuan dan keterampilan anak dari awal secara perlahan (focus on slow learning - holistic learning)
Bagaimana melakukannya??
- berangkat dari ide atau permasalahan yang ingin dipecahkan solusinya
- kesepakatan bersama anak
- membuat perebcanaan kegiatan
- mengelola proses
- membuat output
- melakukan evaluasi dan refleksi
- perhatikan usia anak
- biarkan anak memilih perannya
- ciptakan atmosfer yang mendukung
- family culture matters
- fokuskan pada potensi dan stimulasi
- ajak mereka untuk membuat target
- beri bantuan dengan tepat
Pendekatan di atas akan menuntun minat belajar dan ketertarikan anak pada suatu pilihan. Anak akan menjadi pemikir dan pembelajar yang terampil dan mereka ditunjukkan untuk mencapai hal-hal yang ingin mereka lakukan. Tentunya dengan bantuan orang tersayang di sekitar mereka. Orang tua membantu dengan dengan cara yang meaningful sehingga anak menjadi pemikir dan pembelajar yang terampil.

Comments
Post a Comment